Happiness, Heaviness, Revenge
RANCANGAN NOVEL KARYA : YURO SATRIA B. P
BAB 1 :
Last Night
Petang hari itu, senja yang mulai tenggelam di balik gunung. Suara burung burung mulai redup, jangkrik mulai mengeluarkan merdunya suara. Terdengar dering telepon yang muncul pada loteng yang sepi kala itu, Devano menghampiri dan menjawab telepon yang berdering terus. Baru beberapa detik saja air mata itu mulai menghujani seluruh pipinya, diikuti badan yang tergeletak di sebelah telepon itu. Satu malam itu pun ia lalui dengan isak tangis yang pecah dengan bersamaannya hujan yang turun, bahkan suara hujan pun tidak dapat mengalahkan suara anak malang itu.
BAB 2 :
America, I'm Coming
Hari pemakaman pada hari itu telah usai. Devano yang kini tinggal bersama bibinya di ajak untuk pindah keluar negara untuk berbisnis di sana. Siapa yang tidak mau untuk pindah ke luar negeri? alih alih sangat bibi mengajak dia pindah sekalian untuk membuat Devano lupa dengan segala luka yang ada disini. Di sana sang bibi juga akan menjamin kesuksesannya. Dengan hal ini
BAB 3 :
Devano & Eveline
Devano telah sampai di Amerika. Hari pertama ia langsung di ajari oleh pamannya tata cara untuk berdagang. Setelah menguasai ajaran sang paman, ia mulai mencari pekerjaan yang sekiranya skill itu bisa terpakai dengan baik. Devano akhirnya mendapati pekerjaan dengan gaji yang bisa dibilang tinggi. Dari sinilah dia menemui siapa yang akan menemani dirinya sampai akhir hayat nanti, Eveline namanya.
BAB 4 :
Devano, I Wanna Hear Ur Voice
Setiap pagi, matahari baru saja menampakkan sinarnya di ufuk timur ketika Eveline membuka tempat usaha itu. Devano selalu orang baru selalu tiba tepat waktu untuk memulai hari berdagangnya. Meskipun beda jabatan, Eveline selalu setia menemani Devano dengan senyuman ramahnya. Mereka berbagi cerita tentang pelanggan yang unik, kegembiraan penjualan yang meningkat, dan tantangan dalam dunia dagang. Ketertarikan mereka bukan hanya pertemanan, tetapi juga pada semangat saling mendukung dalam menjalani keseharian yang penuh dengan kehidupan dan perniagaan.
BAB 5 :
Love Story
Eveline adalah seorang pedagang yang selalu setia menemani Devano dalam bergadang di usaha ayahnya itu. Mereka saling melengkapi bagaikan dua pecahan puzzle yang tak terpisahkan. Suatu hari ketika matahari terbenam di balik deretan toko, Eveline dengan penuh keberanian mengeluarkan kotak kecil dari dalam saku sampingnya. Dengan gemetar, dia berlutut di antara gerai itu dan mengeluarkan hatinya pada Devano. Di bawah langit senja yang hangat, Devano tersenyum bahagia menerima lamaran Eveline, mereka mengukuhkan ikatan cinta mereka yang tumbuh seiring suka dan duka berdagang bersama.
BAB 6 :
Devano with Eveline
Eveline seorang wanita tangguh dengan senyum yang selalu menyertai, menjadi sahabat tak terpisahkan Devano dalam dunia dagang mereka. Mereka berdua menjalani hari yang penuh lika-liku, saling mendukung satu sama lain. Namun ketika momen tiba, Devano mengambil langkah besar untuk ke jenjang yang lebih serius yaitu menikahi Eveline. Keberanian itu membuka lembaran baru, membentuk ikatan lebih di antara mereka. Akhirnya, Devano dan Eveline menyatukan hidup dalam pernikahan yang penuh cinta dan kerjasama, mengukir kisah indah dari setiap perjalananan mereka bersama.
BAB 7 :
Caroline
Momen indah ketika Devano menerima lamaran Eveline menjadi awal dari kisah cinta yang tumbuh dalam kesibukan mereka. Pernikahan mereka menjadi mahakarya cinta, dan tak lama kemudian kehadiran anugrah terbesar mereka, Caroline melengkapi kebahagiaan dari keluarga mereka. Dalam setiap langkah bisnis dan perjalanan hidup, kebersamaan Devano dan Eveline tetap menjadi pondasi yang kokoh membentuk cerita keluarga yang penuh dengan cinta dan kebersamaan.
BAB 8 :
CRAZY CAROLINE
Caroline, seorang gadis remaja yang selalu tampak tenang dan kepala dingin tiba tiba menemukan dirinya terperangkap dalam pusaran emosi yang tak terduga. Ketika melihat penampilan panggung salah satu anggota boyband favoritnya, senyum tampan dan pesona panggungnya membuat hati Caroline berdegup kencang. Dalam dunianya yang penuh dengan poster dan lagu yang diputar di ulang-ulang, Caroline merasakan getaran baru yang membuatnya tergila-gila, memberi warna warni ke dalam kehidupan remajanya yang sebelumnya biasa biasa aja.
BAB 9 :
Epilepsi
Caroline merasakan getaran kuat dari dunia maya ketika menemukan boyband favoritnya. Namun, kebahagiaan tertentu tiba tiba ketika salah satu anggota boyband yang menjadi idolanya tiba tiba meninggal dunia. Kegelapan menyelimuti hati Caroline, dan cintanya terhadap idola berubah menjadi kenangan yang penuh duka.
BAB 10 :
Psychology Of Love
Kehidupan yang awalnya penuh dengan kebahagiaan dan keceriaan berubah drastis ketika mendapati kabar bahwa anggota idolanya meninggal secara tiba tiba. Kehilangan itu meruntuhkan dunia Caroline, membuatnya terjebak dalam kesedihan yang mendalam. Perasaan cintanya tak terbalas dan kehilangan mendalam memicu stress yang melanda setiap aspek kehidupannya, mengajarkan bahwa ketertarikannya kepada selebriti tidak selalu membawa kebahagiaan, tetapi juga beban emosional yang kuat.
BAB 11 :
Heaviness
Kesehariannya yang dulu penuh tawa dan kebahagiaan kini digantikan oleh kesedihan yang mendalam. Ketika stress dan kecemasan merajalela, diagnosis yang tak terduga datang kanker otak. Caroline harus berjuang melawan dua kenyataan pahit yang bersamaan, kehilangan idolanya dan pertarungan melawan penyakit yang mengancam hidupnya.
BAB 12 :
Reality Of Sickness
Kesehariannya semakin melonjak ketika Caroline secara tidak sengaja mengetahui bahwa dia mengidap kanker otak yang mengancam hidupnya. Dengan hati yang penuh ketakutan, dia memutuskan untuk menjalani bantuan medis dan menjalani konsultasi dengan seorang dokter. Di ruang tangga yang hening, ia menghadapi realitas pahit bahwa perjuangannya tidak hanya untuk mencapai kesembuhan, tetapi juga untuk melakukan luka emosional yang telah menghantuinya sejak kepergian sang idol.
BAB 13 :
Lies
Dalam usahanya untuk mendapatkan perawatan yang dibutuhkan, Caroline mencari konsultasi dengan seorang dokter terkemuka. Namun tanpa di sadarinya, dokter itu menipunya untuk memberi tahu bahwa satu-satunya harapan penyembuhan ada di Brazil. Terombang-ambing oleh harapan palsu, Caroline memulai perjalanan ke negara yang jauh dengan harapan akan kesembuhan yang sejatinya tak pernah ada.
BAB 14 :
Fake Address
Caroline telah sampai di dermaga, ia sudah ditunggu oleh supir taksi dan seorang dokter. Tujuan dokter menjemputnya untuk mengantarkan pada klinik abal abal-abal yang sudah ia rencanakan. Sehingga dengan ini, sang Dokter dapat dengan mudah untuk menjalankan aksinya.
BAB 15 :
Silent
Di Brazil, dia disambut oleh sekelompok Dokter yang akan mengumpulkan sampel darah untuk mengungkap misteri penyakit yang merangkap di otaknya. Dalam hening obat tidur, Caroline tenggelam dalam mimpi yang penuh kebahagiaan & nostalgia, sementara dunianya di sekitar terus berputar dalam ke tidak pastian yang mengguncang hatinya.
BAB 16 :
Revenge
Dalam upaya menyembuhkan penyakitnya, Caroline tertipu untuk memberikan sampel darahnya, namun sang Dokter yang seharusnya penyelamat, malah mengakhiri hidup Caroline dengan tragis. Sang dokter ternyata memiliki dendam pada ibu Caroline yang dulunya si Dokter pernah di tolak cintanya di depan umum yang membuat malu dirinya. Para dokter menutup kasus ini dengan dalih Caroline meninggal sebab penyakit yang ia derita. Orang tua Caroline tak sanggup melihat kematian anaknya yang tak pernah di duga, harapan mereka untuk kesembuhan sang anak sirna begitu saja.

🤩🤩
BalasHapusSuka bangettt
BalasHapusNgeryck
BalasHapusCarolyne agak laen, depresi kanker otak🗿🗿🗿🗿🗿
BalasHapusKebanyakan nonton plastik
BalasHapustakutt....
BalasHapuskemren banget
BalasHapus